Sunday, January 27, 2008

..let's face it..

Sudah bukan jamannya lagi menghadapi selingkuhan, atau orang yang naksir pacar kita dengan emosi. Sudah bukan masanya ngelabrak ‘orang ketiga’ sambil marah-marah dan mukul meja, “Heh elo jangan ganggu pacar/gebetan gue ya. Enggak usah kegetelan!,”. Ih emang anak SMA masih pake gaya begitu.

Ini karena tadi malem salah satu temen gw nelepon, dan bercerita bahwa ada salah satu cewek yang terobsesi sama temen gw (temen gw cowok sudah menikah dan punya anak 1) hingga she's willing to do anything to drag him back to her arms. She even making up some stories or dreaming about her relationship with him in the past! Pathetic it is but well we can never asked when will the love come again in our live. Sampe dia rela ganggu dan mencium bibir lelaki yang notabene adalah suami orang ... SHOCK!! She even mentioned that the man wants to get a divorce from his wife? OMG ... the imagination is out of control!!

Kalau dulu gw pernah denger cerita ada cewek bilang di belakang gw begini "Tuh anak maunya apa sih? Mau nantangin gw? Liat aja nanti, kalo tuh cowok bisa gw dapatin gigit jari tuh anak!" hahahaha...kaya jaman-jaman kuliah waktu mau rebutan cowok...walopun gw gak pernah rebutan cowok ya..kampungan banget bahasanya!!

Dan ada juga cewek yang bilang "Kan gw gak salah, dia aja yang yg denial terus mengenai perasaan dia sama tuh cowok. Gak salah dong gw maju duluan, lagian tuh cowok juga suka sama gw kok!" ini typical cewek yang tidak bisa menerima kekalahan bahwa akhirnya tuh cowok juga gak milih dia sih ... she even had an effort to get his attention lho!!

Masih banyaklah seribu satu alasan mengapa para 3rd parties itu bisa maju jalan, dan tidak mendefinisikan kata "MALU" bagi dirinya, karena buat dia yang penting ya dia bisa menunjukkan keberanian dia untuk mengambil bagian dari persaingan yang mereka ciptakan untuk diri mereka, walaupun mereka tahu pada akhirnya mereka kalah dan harus menutupi "KEMALUAN" mereka...well orang-orang seperti itu rasanya tidak tau arti kata "MALU" .... :)

Ada seorang teman, sebut saja Ariana. Ditilik dari usianya, dia cukup mapan sebagai perempuan. Maksudnya, Ariana cukup makan garam dalam dunia percintaan. Dari ceritanya, tampaknya Ariana sudah sering diselingkuhi. Atau malah menyelingkuhi yah?. “Gue kasihan aja sama orang ketiga itu. Wrong time wrong person,” kata Ariana. Namun dia setuju jika cinta tidak bisa memilih target dan waktunya. Jadi, kalaupun ternyata pacarnya diitaksir sama orang lain, ya itu wajar saja. Which is, pacar gw BARANG BAGUS dong...sampe orang lain mau merebutnya ... ;)

“Gue enggak akan mengakrabkan diri sama orang ketiga itu. Gue juga enggak akan marah sama cowok gue. Gue akan bilang sama dia, kamu selesaikan dulu nafsu-nafsu kamu sama mereka, nanti balik lagi sama saya,” beber Ariana. Pada prinsipnya Ariana tidak menyalahkan orang ketiga dan cintanya itu. Namun pada suatu ketika, dia akan menunggu kekasihnya itu kembali. Well, kalaupun dia pergi, setidaknya sudah ditentukan pilihan.
==> Akhirnya tuh cowok kembali disaat temen gw udah punya cowok lagi, dan sedang menyusun rencana pernikahan mereka, dan they will get married this coming February. Dan cowoknya itu hampir setiap hari chatting sama gw menanyakan mengenai kemungkinan perasaan temen gw yang dulu bisa kembali lagi ... well penyesalan gak pernah dibarengan sama kebetulan...Don't ever push our luck over anything!

Dari sudut pandang cowok ada teman lain, panggil saja Dhiyat. Kalau ceweknya selingkuh, dia justru melihat kedalam dirinya. “Kalau cewek gue selingkuh berarti ada yang salah dari diri gue,” kata Dhiyat. Sebuah hubungan pacaran mestinya seimbang dan saling memahami. Jika ada kekurangan dari pasangan, bisa mengakibatkan pasangan mencari atau membuka kesempatan pada pihak lain.
==> Kalo yg ini pengalaman seorang temen gw, tetapi akhirnya mereka berdua bisa saling intropeksi dan membenahi diri masing-masing...anak pertama mereka kembar dan lucu-lucu. Untungnya pembenahan diri mereka tidak lama, kalo tidak kuping gw bisa congekan dengerin cerita mereka berdua. Dan nyokap gw bisa geleng2 kepala karena mereka berdua selalu nongkrong dirumah gw dan minta makan!! But, I'm proud to be part of their rejuvenate relationship sih...:)

Dari pembicaraan dengan temen gw itu akhirnya gw menganalisa (sorry guys, bukan kebanyakan mikir nih menganalisa aja dari keadaan di sekeliling sih) bahwa mulai dari sekarang, gw akan bergandengan tangan dengan pasangan gw untuk menghadapi orang ketiga yang hadir dalam setiap hubungan kita. Nikmati hubungan itu, lepaskan saja bila ternyata doi tidak lebih berbahagia dengan si orang ketiga. Karena memaksakan cinta tidak akan berujung bahagia. Percaya saja, kalau jodoh, pacar kita tidak akan pergi kemana. Dian Sastro main mata juga, pacar hanya akan membalas sedikit, dan pulangnya..tetep, ke pelukan kamu.... I WISH! hehehe!

Sunday, January 20, 2008

..i'm doing just fine..

Sudah hampir 2 minggu ini TV sering banget menayangkan mengenai kesehatan Pak Harto (President ke 2 Indonesia) dari mulai keadaan dia setiap menit, setiap jam dan setiap hari ... Bosen sih nggak hanya kok kesannya seperti suatu hal yang memang harus di ketahui masyarakat luas. Bukan gak perduli atau tidak mau tahu mengenai hal itu sih, tetapi lebih kepada ketika beliau sehat kok sepertinya orang-orang tidak banyak yang membicarakan dia, kesalahan yang sudah beliau perbuat untuk negara ini, jasa-jasa beliau semasa kepemimpinannya, mengenai keluarganya, cucu-cucunya, dll ..

Kenapa justru sekarang ketika beliau sekarat orang-orang berbondong ingin menunjukkan simpati mereka kepada beliau, berdoa bersama, mendatangi RSPP untuk bisa menjenguk beliau .. entah untuk mencari "muka" atau sekedar untuk muncul di media saja bahwa mereka perdli dengan keadaan Pak Harto ...

Lagian siapa sih yang gak tau Keluarga Soeharto yang mendiami Cendana ... seberapa banyak harta kekayaannya, cucu-cucunya yang ada di segala penjuru Amerika sana, bagaimana kehidupan anak-anaknya dengan para wanita yang di "pelihara" diluaran sana...sebut saja Sandy Harun, Maya Rumantir, Anisa Tri Hapsari, Mayangsari (yg lagi hot banget, karena berhasil membuat Halimah menjanda karenanya), dan masih puluhan wanita lainnya ... Perceraian yang terjadi di keluarga Cendana, bagaimana Tutut dengan dunia sosialnya, Bambang dengan usaha-usahanya yang merugikan masyarakat, Tommy dengan semua kasusnya, Ari Sigit dengan narkobanya, dan masih banyak lagi ...

Sebetulnya yang bisa kita lakukan adalah, kembali menelaah kepada apa yang sudah Pak Harto lakukan kepada negara ini. Semua berbalik ketika kita akan di hadapkan kepada Tuhan YME. Bagaimana banyak yang telah dibuat menderita oleh Beliau, katakannya Pak Karno .. bagaimana Pak Karno harus menghabiskan waktunya ketika beliau sedang dalam keadaan kritis ... Beliau tidak menempati ruangan VIP seperti yang di tempati Pak Harto sekarang ini di RSPP, sekarang Pak Harto kritis beliau di dampingi oleh seluruh keluarga, dan kerabatnya .. Pak Karno dulu anak-anaknya aja gak di ijinkan mendampingi detik-detik terakhir Pak Karno, Isteri gak boleh nengok .. Rumah sakit juga kayanya kamar kelas 3 jauh lebih layak untuk beliau dibandingkan VIP Lounge yang di tempati Pak Harto sekarang.

Dokter Pak Harto waduh lebih dari 5 dokter ahli yang menangani..Pak Karno dulu jangankan dokter ahli, dikasihnya cuma Dokter Umum lagi sekarat masih disuruh nanda tangani SUPERSEMAR untuk pengalihan kekuasaan kepada Pak Harto, diasingkan dari keluarga, eehhmm...anak-anak Pak Karno bahkan gak dapat menikmati kehidupan yang layak, seolah-olah sejarah mengenai perjuangan Pak Karno di tiadakan yang muncul hanya film G 30 S/PKI yang menonjolkan kepahlawanan Pak Harto yang memberantas PKI tersebut. Banyak orang-orang yang tutup mulut mengenai peristiwa tersebut hingga saat ini PKI masih menjadi teka teki..begitu juga SUPERSEMAR ...

32 tahun menjabat entah sudah ada berapa banyak harta yang terkumpul untuk 7 turunan Cendana, sampe sekarang aja kasus korupsinya belum kelar. Kemaren-kemaren waktu Pak Harto sehat gak di angkat kasus ini...pas Beliau sekarat baru di angkat kembali, meminta adanya kata maaf dari masyarakat Indonesia kepada Pak Harto..Berapa lama lagi ya berita mengenai kesehatan Pak Harto akan selesai di TV .. mendingan liat sinetron or film lain yang mungkin bisa bikin kepala jadi lebih enteng ... :)

Sunday, January 6, 2008

..bleeding love..


Closed off from love
I didn't need the pain
Once or twice was enough
And it was all in vain
Time starts to pass
Before you know it you're frozen

But something happened
For the very first time with you
My heart melts into the ground
Found something true and everyone's looking round. Thinking I'm going crazy

But I don't care what they say, I'm in love with you. They try to pull me away
But they don't know the truth ... My heart's crippled by the vein, that I keep on closing you cut me open and I ...

Keep bleeding
Keep, keep bleeding love I keep bleeding I keep, keep bleeding love
Keep bleeding
Keep, keep bleeding love You cut me open

Trying hard not to hear; But they talk so loud. Their piercing sounds fill my ears
Try to fill me with doubt. Yet I know that the goal is to keep me from falling

But nothing's greater than the rush that comes with your embrace and in this world of loneliness I see your face; Yet everyone around me thinks that I'm going crazy, maybe, maybe

But I don't care what they say I'm in love with you. They try to pull me away
But they don't know the truth; My heart's crippled by the vein that I keep on closing
You cut me open and I

Keep bleeding
Keep, keep bleeding love
I keep bleeding
I keep, keep bleeding love
Keep bleeding
Keep, keep bleeding love ... You cut me open

And it's draining all of me they find it hard to believe. I'll be wearing these scars
For everyone to see

But I don't care what they say I'm in love with you. They try to pull me away
But they don't know the truth. My heart's crippled by the vein; That I keep on closing ... You cut me open and I

Keep bleeding
Keep, keep bleeding love
I keep bleeding
I keep, keep bleeding love
Keep bleeding
Keep, keep bleeding love
You cut me open and I

Keep, keep bleeding love

(Leona Lewis - Bleeding Love)

Friday, December 28, 2007

..patience..

Kaya udah lama banget gw gak ke Pasar Senen, akhirnya siang ini janjian sama temen gw untuk kesana, dan salah satu temen gw lagi yang emang "preman" senen deh .. Janjian disana. Janjian di pom bensin Pancoran, dan gw berjanji dalam hati untuk tidak melewati kembali jalan Kalibata Raya yang amit-amit macet dengan lautan motor dan metro mini, bikin gw sakit kepala banget! Agak gerimis sih, gw sedikit kepikiran sama temen gw yang nunggu di pom bensin kehujanan gak ya dia? :)

Terus dari situ, kita langsung ke Senen denga route biasa lewat Sahardjo, terus belok ke arah Pasar Raya Manggarai lewat kolong nongol di Salemba ... terussss .. akhirnya ngambil parkir yang biasa gw parkir dulu tahun 1999 - 2001 (jaman-jaman masih jualan kaki lima di Senayan barengan temen-temen gw deh)

Sampe sana ternyata Pasar Seneng sudah berubah banget, jadi lebih tertib dan rapih sih..pantesan aja harganya lumayan mahal-mahal kala itu! Karena gw emang cuma nemenin temen gw yang lagi nyari jaket buat menemani dia naik motor kalo nebeng sama temennya pulang kantor malem, ternyata harganya gak murah juga tuh! Karena tidak tahan dengan debu dan asap rokok yang mengep, gw menyerah untuk duduk aja di dekat tukang minum sementara temen gw melihat-melihat, tetapi ternyata dia gak tahan laper juga...

Ehmmm....Dulu gw hobby banget makan sate padang di pasar senen itu, gw sampe namain sate padang itu AJO SATE ... hihihi! Akhirnya kita mampir sambil nunggu temen gw satu lagi yg masih sibuk dengan belanjaannya ... gw makan sate padang dan kerupuk kulit, dan temen gw makan ayam plus cabe dan nasi .. seperti biasa minumnya TEH BOTOL SOSRO dong! Huahahaha ...

Dari situ, biar ngangkat status tetep lho jumat gaul, kita mampir ke Senayan City sih, utk lihat-lihat ZARA sale disana ... Eiittss...bukan gw yg ngeliat, gw mah cuma nemenin sambil sibuk nyelain cowok-cowok dan cewek-cewek yang rela ngantri berjam-jam untuk sebuah SALE which is, I WON'T DO IT ..especially di Jakarta ya...:) bukan sombong bukan congkak, di S'pore maupun di negara lainnya kalo ada SALE dan harus ngantri bayar, I'll pass deh! Gak worth it buat gw!

Terus liat-liat VNC, Charles & Keith, NIKE, sama Dabenhams ... tp emang dasar gw bukan anak mall dan gak doyan liat-liat yeee...akhirnya ngendon juga di THAI EXPRESS nungguin temen gw satu lagi yang nyusulin dari PI Mal ke Senayan City (kayanya dia cinta banget sama gw, sampe rela mutar balik dari PI Mal ke Senayan City demi ketemu gw) Ngaro ngidul di THAI EXPRESS sampe udah mau tutup tuh restaurant...dan gw ngantuk gara-gara minum 3 gelas THAI ICE TEA ... hihihihi ... walhasil gw pulang kudu berhenti di warung beli TEH BOTOL SOSRO biar bangun deh!

Sampe rumah perut gw kepanasan, karena sore makan sate padang, malem makan mie goreng pedes (gw lupa namanya, susah bho pake bahasa THAI gitu) walhasil sampe rumah moncor-moncor deh gw! Ya ini mah alamat gw gak nambah berat badan, di isi eh keluar lagi! Eehhmm ... kayanya besok seru nih makan Sushi .. :) siapa lagi yang bisa gw palakin dan gw rong rong ya ... :)

Wednesday, December 19, 2007

..shit happens..

"Gw bingung sama loe, sebetulnya apa sih yang membuat loe bertahan dengan keadaan seperti sekarang?" pertanyaan yang tiba-tiba aja keluar dari mulut Avit sobat yang emang selalu sinis kalo ngeliat gw melow or diam dikit ketika ngumpul2 ...

Hari itu after office hours gitu, karena gw setelah gw dari Tebet gw gak tau mau kemana, gw rong-rong semua temen2 gw untuk ketemuan .. hehehe. Habis gw Maghrib di Mandiri SCBD, gw nunggu 3in1 dulu untuk menuju ke Senayan City janjian sama para lelaki-lelaki yang sudah gw rong-rong ...

Sampe disana gw ketemu sama Avit dan Ijal .. "Coffee Bean aja yuk, sambil nunggu Bagong sama Unyil." dan gw dengan spontan menjawab "Gak mau ah!! Tempat lain aja, Thai Express aja, gw laper neh!"

Makanya kemudian keluar pertanyaan diatas dari Avit kepada gw .. dan gw mengernyitkan mata gw dengan tatapan sok judes gitu .. menurut mereka sih tatapan khas gw deh kalo lagi BT dan gak mau di bantah!

"Ya gw gak mau aja ... gak ada alasan lain kok! Kenapa juga harus Coffee Bean kalo masih ada Starbuck? Se simple itu kan?" gw jawab dengan agak sedikit defensive sih.
"Neng, Coffee Bean itu ada di depan mata kali, Starbuck kita harus naik dulu dan jalan utk menuju kesana. Simple dari mana? Pake dong otak loe, sekolah tinggi-tinggi mikir pake analisa segala sih. It's real live.." jawaban Avit bikin gw sedikit panas sebetulnya. Tp well gw yang merong-rong dia untuk hang out sih dan ketemuan sama yang lainnya ...

Akhirnya mereka mengalah dan kita duduk di Excelso untuk nungguin Bagong dan Unyil untuk datang ... Gw sempat pamit mau ke kamar mandi karena kebelet pipis .. sekarang gw gak bisa nahan pipis, beseran gitu deh! Apalagi kalo lagi Stress waduh bisa pipis dan boker mulu deh...stress yang aneh! No wonder gw gampang banget kurus deh...:( Pas gw baru keluar dari kamar mandi dan menghampiri dua lelaki itu di Exelsco dan duduk di kursi sofa yang ada di meja itu ...

"Pesanan gw gak di pesenin ya?" tanya gw sama Ijal.
"Udah kok..coba tanya masnya aja, es teh kok lama banget!" jawab Avit sambil dia membuang asap rokok dari mulutnya ..
Akhirnya setelah gw tanya sama pelayannya minuman gw dateng juga ... dan here's goes the story yang sebetulnya gw gak mau bahas lagi...it's been 10 months since that "incident" happened sebetulnya. Gw hanya gak mau ngebahas lagi sih sebetulnya...Sampe si Avit mengeluarkan jurus2 ngorek yang bikin gw mencapai titik terendah gw ...

"Apakah loe SEBAIK itu?" tanya Avit sambil ngerokok dan menatap tajam mata gw. Which is I HATE THAT EYES!!
"Baik? Masa sih kaya gitu aja baik." jawab gw sekenanya sambil nyedot es teh manis gw.
"Gw tau rasanya di bohongin, di hujat dan di khianatin" OOT, Avit dulu pernah di tikung juga sama lelaki lain, walopun bukan temennya sendiri. Akhirnya Avit nikah sama temen gw sih ... dan sudah punya seorang anak yang lucu buangeett!

"Dan kalo gw jadi loe, gw gak akan mencari-cari lagi cowok itu ataupun berusaha untuk tau dia gimana sekarang. Don't give a damn shit!"
"Look at the bright side. Because of that, dia bisa bikin gw menjalani hidup gw dengan lebih jujur." gw mencoba defensif dengan pikiran positif yang gw punya.
"Jujur kan bukan berarti loe harus naif dong!"

"Lagian loe ngapain sih ngirim SMS segala ke tuh orang?" Ijal buka suara sambil ngambil minumannya dari meja.
"Apa gw kudu jawab pertanyaan gak penting loe?" gw udah mulai judes melirik ke arah si Ijal.
"Ya haruslah! Kalo gw saat itu ada sama loe, gw akan larang loe ngelakuin itu kalo yang loe dapetin cuma sakit yang lebih dalam di diri loe, neng!"
"Gw gak bermaksud nyakitin diri gw kok. Justru gw pengen memastikan saja kalo semua tentang dia itu udah gak akan ngasih pengaruh apapun di dalam diri gw lagi. Gw hanya mau mastiin semua yang gw rasain sekarang. Itu aja kok!"

"Terus..pasti ada alasan lain kenapa loe ngotot banget kan?" Ijal terus nyecer gw, sambil siap2 menghisap rokoknya yang gak tau keberapa deh.
"Neng, semua orang butuh menemukan jawaban untuk semua pertanyaan yang belum terjawab. Gw rasa ya, dengan cara loe tetap ngasih perhatian ke tuh laki, loe akan lebih memastikan apa yang loe rasain sekarang, bukan begitu? Semua kebohongan dan segala cerita yang dia buat dengan itu temen loe itu, bukan berarti membuat loe terpuruk meratapi nasib.." Avit berusaha mensummarize pembicaraan gw dan Ijal.

Sebetulnya sih, gw sendiri gak tau apa yang mendorong gw untuk SMS ke lelaki itu untuk menunjukkan perhatian gw atau hanya untuk memberitahu dia bahwa gw masih disini (absen). Tp I do learn something from my mom, she'e been hurt before by her eldest sister..but she still got this heart to move on with all the hurt that she kept, without any madness or anything that could hurt her sister back..NONE! She didn't even show the hate on her face, even though I know how hurt she was inside. Betrayed in the family, being judge for something that my mom didn't do. Oh well enough with all the past deh ...

Gw sadar, bahwa gw gak bisa terus-terusan menghindari realitas yang ada di depan mata gw. Dan gw juga gak boleh terus-terusan terkukung di masa lalu kan? Let it be the past be the past kan? Never look back. Gw hanya ingin memastikan perasaan gw, bahwa gak ada lagi rasa benci dan sakit di hati gw. Karena apapun yang terjadi didalam hidup gw, kan hidup gw akan terus berjalan..Well, shit sometimes happen, but still life must go on kan? Gw gak mau jalan terus di bayangin rasa sakit di masa lalu sih.

"Memaafkan ternyata hanya persoalan waktu ya, Da?" gw biasa memanggil Avit dengan sebutan Uda karena dia emang Padang totok ...
"It's been ages, neng! Loe harusnya lebih tau itu. Kan loe yang selalu bilang sama semua temen-temen loe untuk punya positive thinking dan memaafkan?" suara Avit sudah agak melunak ...

Kemudian gak lama Unyil dan Bagong datang ... up date tentang topik yang di bicarakan supaya mereka gak loose track ... DAMN! Judulnya jadi gw yang "victim" di moment ini! Padahal biasanya gw selalu yang menjadi hakim ...

"Selama ini gw yang gak jujur sama diri gw sendiri" gw membuat pengakuan...dan dibales dengan senyuman kemenangan dari ke empat lelaki yang ada di depan gw. DAMN! I hate when I have to make a confession toward my weaknesses in front of this bitch male that I called them a FRIEND.

"Neng, emang ada suatu saat dimana hati kita emang beku dan berhenti" Unyil berusaha memberikan pandangannya
"Gw sakit banget ketika tahu ternyata tuh cewek ngomong macem-macem, sok nelepon gw nangis-nangis bilang dia akan milih gw dari pada tuh laki..kenyataannya dia sosor juga bibir tuh laki kan? Ngapain harus munafik dan menggunakan nama gw untuk membenarkan perasaan dia sama tuh laki sih?"
"Neng, loe sendiri yang tidak mengambil kesempatan itu, untuk menarik lelaki itu dari temen loe. "
"Gw gak bisa, dan gw gak mau. Tuh cewek udah ngorbanin harga diri dan arti pertemenan buat tuh laki. Kasta gw jauh diatas itu!"
"Nah itu yang kita suka dari loe, loe itu borderless. Sama kaya angkasa" Bagong berusaha menenangkan gw, karena gw muka gw udah mulai memerah (gw sebetulnya nahan air mata gw supaya gak keluar sih).

"Neng, jangan terlalu lama berdiri di depan pintu yang udah di tutup. Loe gak akan bisa ngeliat pintu lain yang terbuka buat loe." Ijal mengelus punggung gw, memberikan dukungan supaya gw gak ngeluarin air mata di Exelso. Ntar dikira gw mengalami kekerasan dari ke empat cowok yang ada di meja gw lagi! Mereka takut di aduin ke KOMNAS Wanita kali ya.

Mungkin benar apa yang di katakan Ijal, gw sudah terlalu lama terkukung dengan pikiran gw sendiri. Terlalu ingin memahami orang lain membuat gw jadi lupa memahami apa yang sesungguhnya diinginkan diri gw sendiri.
Kalau aja gw waktu itu jujur sama lelaki itu, bilang dan nunjukin bahwa gw sangat tersakiti dengan apa yang sudah dia lakukan, mungkin gw gak perlu pura-pura baik-baik saja.

Gw terlalu ingin mempertahankan label bahwa gw adalah orang yang pengertian, yang bisa memahami apapun lebih dari orang lain. Tapi pada akhirnya, gw justru menyakiti diri gw sendri, dan tidak memberi ruang terhadap jiwa gw.

Memahami orang memang gak gampang, tapi jujur dengan diri sendiri ternyata lebih sulit lagi.

I took some lesson yesterday from my friends (Thank you guys!), tentang memahami dan keikhlasan dalam memahami. Ternyata ikhlas itu gak sama dengan sekadar memahami. Well, gw akan coba belajar untuk keluar dari sudut pandang gw, lalu mencoba lebih banyak menggali dari sudut pandang orang lain. Mungkin gw akan mulai dengan memaafkan orang lain tanpa tendensi. Disini gw memaafkan bukan lantaran gw pengen di anggap pemaaf atau pemurah, memaafkan disini untuk membuat gw merasa jadi orang lebih baik aja.

Karena pas gw pulang kerumah ketemu nyokap, sempat ngobrol gitu sambil nonton TV, dan statement dari nyokap beneran bikin gw tambah adem ... "Memaafkan orang lain bisa membuka pintu untuk menerima diri kamu sendiri. Kamu gak akan bisa menerima diri kamu sendiri kalo kamu belum memaafkan. Kamu juga ingin di maafin kan karena kepura-puraan kamu selama ini kan?" Waduuhh...gw langsung meluk nyokap gw dan nyium tangan nyokap. Gw bersyukur punya nyokap yang hatinya seperti itu, bisa terus ngedampingin gw untuk jadi orang ikhlas dan tawakal.

God I thankful for your lesson in this past 10 month in 2007, I learnt a lot of things. Thank you to all of my friends who always stand beside me, giving a chance to those ears to listen to every single details of my stories and complains.